Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts

Monday, October 25, 2010

824 Donor Darah Akan Dapat Satyalancana

Rabu, 24 Maret 2010 | 20:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Palang Merah Indonesia dan pemerintah akan memberikan tanda jasa Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 824 donor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya minimal seratus kali.

Demikian disampaikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (24/3/2010). Pemberian penghargaan akan dilakukan secara simbolis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta Convention Center, Kamis (25/3/2010).

"Donor darah itu tindakan kemanusiaan. Kalau sudah sampai seratus, maka itu sangat tinggi sehingga Pemerintah Indonesia akan menyampaikan penghargaan untuk pengorbanan tinggi tersebut," kata mantan Wakil Presiden RI itu.

Sebanyak 824 donor yang akan mendapat penghargaan tersebut berasal dari 12 provinsi se-Indonesia dengan komposisi 10 perempuan dan 724 laki-laki. Adapun donor tertua berusia 71 tahun dan termuda 47 tahun. "Semua provinsi mengadakan pendonoran darah, tapi yang di data kami ini yang lebih seratus kali, ada juga yang 50 kali," kata JK.

Selain memberikan penghargaan Satyalancana kepada donor yang telah menyumbang darah minimal 100 kali, PMI juga memberikan penghargaan berupa piagam kepada donor yang telah menyumbang 15 kali, 30 kali, 50 kali, dan 75 kali.


6 Pendonor Darah Asal Kab Pati, Bakal Terima Cincin Emas Dari Presiden

Ditulis oleh Agus Pambudi  

pasfmpati.com (Pati, Kota) - 6 warga Kabupaten Pati, yang sering mendonorkan darahnya, bakal menerima penghargaan dari negara. Penghargaan bagi mereka yang telah 100 kali berdonor darah tersebut, yakni Satya Lencana Kebaktian Sosial. Tiga tahun lalu, tiga warga Pati pernah mendapatkan penghargaan yang sama, hanya saja bukan cincin emas, tapi berupa pin emas.

Warga Kabupaten Pati yang menerima penghargaan berupa cincin emas dari Presiden SBY itu, yang donor darahnya sudah Mencapai 100 kali lebih, dan tercatat di PMI Cabang Kabupaten Pati.

Plt Ketua PMI Cabang Kabupaten Pati, Agus Maryanto, usai berpamitan dengan Bupati Pati, Senin pagi, 22 Maret 2010 menjelaskan, memang tidak ada kriteria lain bagi calon penerima penghargaan dari Presiden SBY ini, terkecuali mereka sudah lebih dari 100 kali berdonor darah.

"Di PMI Cabang Pati, sesuai dengan surat undangan dari PD PMI Jateng, kita akan memberangkatkan 6 orang, untuk menerima penghargaan donor darah yang keseratus kali, yang diselenggaranan PMI Pusat, pada tanggal 25 Maret 2010 mendatang. Dalam kegiatan tersebut mereka bakal diterima Presiden SBY untuk menerima penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial berupa cincin emas. ", jelas Plt PMI Cabang Pati Kab.

Tapi tutur Agus Maryanto, mereka yang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan tersebut rata-rata antara 106 sampai 125 kali berdonor darah. Karena selama tiga tahun terakhir, PMI Pusat meniadakan kegiatan pemberian penghargaan bagi pendonor darah seperti sebelumnya.

Agus Maryanto menambahkan, bagi mereka calon penerima penghargaan tersebut, selain memiliki donor jejak sampai minimal 100 kali, mereka juga ada Pembatasan usia.

"Ukuran usia 60 tahun. Tapi nanti setelah 60 tahun dia dicek ke atas, fisiknya kuat, kondisinya baik mereka diusulkan dapat diusulkan menjadi Pahlawan Kemanusiaan dengan mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. ", Kata Agus Maryanto.

Keenam pendonor darah dari Kabupaten Pati, yang bakal terima penghargaan tersebut diantaranya, Sudiyono (56 tahun) Kepala SMA Kordova Margoyoso, Prapto Suwito Sutanto (55 tahun) PNS pada Disbudparpora, Teguh Pramono (47 tahun) PNS Lapas Pati, Siti Martiah (52 tahun ) karyawan UTD PMI Cabang Kabupaten Pati, dan Supriyadi (almarhum) warga Desa Trangkil Kecamatan Trangkil, yang dalam penerimaan penghargaan ini diwakili istrinya Hj Pujiati (54 tahun ).(*)

PMI Yogyakarta Kesulitan Penuhi Kebutuhan Darah

PMI Yogyakarta Kesulitan Penuhi Kebutuhan Darah
Stok darah PMI/ilustrasi. (ANTARA/Syaiful Arif)
 
Yogyakarta (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta selama ini kesulitan untuk memenuhi permintaan darah dari pasien rumah sakit dan hanya mampu memenuhi 50 persennya tiap bulan.

"Kebutuhan darah yang diperlukan sangat banyak, tiap bulannya dibutuhkan antara tujuh ribu hingga delapan ribu kantong darah tetapi kebutuhan darah tersebut baru terpenuhi antara empat ribu sampai lima ribu kantong," kata pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, KRT Adi Heru Husodo, Minggu.

Menurut dia, dengan banyaknya pendonor darah pihaknya berharap dapat memenuhi pasokan darah yang dibutuhkan.

"Kami akan berupaya menambah jumlah pendonor darah aktif sehingga kebutuhan darah tersebut dapat terpenuhi, selama ini untuk mencukupi kami sering meminta bantun darah di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya.

Ia mengatakan, bertepatan dengan hari donor darah sedunia ini PMI cabang Kota Yogyakarta memberikan penghargaan kepada para pendonor darah aktif.

"Pemberian penghargaan tersebut dibagi beberapa kriteria, yaitu pertama bagi pendonor 25 kali donor, sebanyak 64 pendonor, mendapatkan piagam dan plakat penghargaan donor darah," katanya.

Kemudian bagi pendonor aktif yang telah 50 kali mendonorkan darahnya mendapatkan piagam, serta plakat penghargaan donor darah.

"Penghargaan berupa piagam, plakat, dan cincin penghargaan donor darah, diberikan bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali yakni sebanyak 15 pendonor. Sedangkan tujuh orang pendonor yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 100 kali, mendapatkan penghargaan berupa piagam, plakat, dan cincin penghargaan donor darah," katanya.

Ia mengatakan, ke depan diharapkan PMI berkiprah lebih banyak lagi bagaimana caranya agar tugas-tugas yang dibebankan dapat dilaksanakan, karena tugas PMI sangat banyak.

"PMI bergerak bukan hanya bila ada bencana, perang, akan tetapi PMI bergerak pada masa damai, masa tenang, di antaranya melatih kesiapsiagaan anak-anak di sekolah," katanya.
 
(U.V001/H008/P003)
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda http://m.antaranews.com
Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini.

Bupati Cianjur Memberikan Penghargaan Donor Darah di Lingkungan Pendidikan

PDF Cetak
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 27 September 2010 20:01   
Bupati Cianjur pagi ini (27/9/2010), melakukan kunjungan kerjanya di SMA Negeri 1 Cibeber untuk memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah penyelenggara kegiatan donor darah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.
Harapan Bapak Bupati Cianjur Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM adalah kegiatan yang baik dari sekolah ini dapat diikuti oleh Dinas-Dinas yang ada di Pemerintahan Kabupaten Cianjur. Adapun sekolah-sekolah yang mendapat penghargaan tersebut adalah:
  1. SMA Negeri 1 Cibeber
  2. SMA Negeri 1 Cianjur
  3. SMA Negeri 2 Cianjur
  4. SMA Negeri 1 Cialku
  5. SMA Negeri 1 Sukaresmi
  6. SMA Negeri 1 Ciranjang
  7. SMA Negeri 1 Mande
  8. SMA PGRI Cianjur
  9. SMA Pasundan Cikalong
  10. SMA Plus Ad-Da’wah
  11. MA Negeri Cianjur
  12. MA Negeri Pacet


Pada kesempatan kunjungan ke SMA Negeri 1 Cibeber, Bupati Cianjur pun memberikan penghargaan donor darah bagi keluarga besar Dinas Pendidikan yang telah menyumbangkan darahnya 10 X, 25X, 50 X dan 100 X, adapun mereka yang mendapat penghargaan adalah:

  1. Bapak Umar Nazhan, S.Pd yang telah menyumbangkan darahnya 10 x
  2. Bapak Drs. Itang Ruhiyat yang telah menyumbangkan darahnya 10 x
  3. Bapak Daryani yang telah menyumbangkan darahnya 10 x
  4. Vickry Teguh Abdullah Tarigan yang telah menyumbangkan darahnya 10 x
  5. Bapak Dedi Supriadi, S.Pd yang telah menyumbangkan darahnya 50 x
  6. Rudy Sy yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 100 x
Dan memberikan sertifikat Motivator Donor darah bagi guru dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cibeber yang telah memotivasi siswa untuk menjadi pendonor darah, sehingga SMA Negeri 1 Cibeber adalah sekolah yang terbanyak menyelenggarakan dan sekaligus menjadi penyumbang darah terbanyak pada setiap tahunnya. Adapun guru dan Kepala sekolah yang mendapatkan sertifikat tersebut adalah:

  1. Drs. H.M. Danur Jamhur, MM.Pd
  2. Dedi Supriadi, S.Pd
  3. Rudy Sy

Monday, October 18, 2010

Jurnalistik Goes to Pesantren gelaran Radar Bromo


Semangat dan antusiasme para murid MA Persis 2 Bangil dalam pelatihan jurnalistik terus menyala. Kemarin merupakan hari kedua event Jurnalistik Goes to Pesantren gelaran Radar Bromo di lembaga tersebut. Peserta MA Persis diberi pengalaman baru dalam bidang editing dan politik keredaksian.

Para peserta putri ini sudah mulai berkumpul di aula sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka kemudian diajak mendalami materi sebelumnya. Yakni, materi teknik menulis berita, artikel dan juga teknik wawancara.

Setelah itu, mereka diberi tugas kelompok untuk membuat berita langsung (straight news). Caranya, peserta diajak untuk melihat sebuah tayangan dalam slide. Isi gambar itu berupa berita, baik yang bentuknya straight news maupun features.

Pemberian tugas ini terasa nyambung dengan materi editing yang disampaikan Zahidin H Muntaha. Direktur Radar Bromo ini turun langsung untuk memandu peserta. Proses editing ini penting disampaikan agar mendapatkan sebuah tulisan yang enak dibaca.

"Di balik sebuah tulisan yang enak dibaca terdapat editor (redaktur) yang hebat.

Di balik buku best seller, pastilah ada editor yang hebat pula. Ringkasnya, tidak ada penulis yang bisa bekerja tanpa editor yang baik," kata Zahidin mengawali materinya.

Usaha untuk membangun komunikasi dengan peserta tetap dilakukan. Para peserta juga diajak untuk mencermati hasil karya dari pembuatan berita. Hasil karya kelompok tertentu, kemudian diedit oleh kelompok yang lain. Usaha untuk berkompetisi mendapatkan tulisan yang enak dibaca ini dilakukan dengan cara mengetik di laptop secara langsung.

Saat itu, berita yang dibuat peserta tentang penemuan bayi di wilayah Gempeng, Bangil. "Membuat berita jangan terlalu panjang kalimatnya. Jangan membuat pembaca malah sakit paru-paru, karena baca tulisan kita," ungkapnya.

Caranya? Menurutnya, tulisan yang dibuat peserta diharapkan kalimatnya tidak lebih dari lima kata. "Kalaupun terpaksa, maka dalam satu kalimat jangan lebih dari 10 kata. Ini biar membantu tulisan anda enak dibaca," imbuhnya.

Upaya peserta untuk menggali lebih dalam soal editing terlihat dalam sesi tanya jawab. Sebanyak lima peserta mengajukan diri untuk bertanya. "Apakah seorang editor itu harus ahli bahasa," tanya Nana, salah satu peserta.

Dila, peserta lainnya menimpali pertanyaan berbeda. "Berapa lama dibutuhkan untuk mengedit berita"?

Untuk masalah ini, Zahidin menjawab. "Bisa ya, bisa juga tidak. Seorang editor bisa dari ahli bahasa. Tapi, bisa juga tidak. Yang terpenting, editing bisa melakukan kegiatan editing secara benar," tegasnya.

Pemateri kelahiran Lamongan Jatim ini kemudian menjelaskan soal kegiatan editing secara benar. Di antaranya, editor bertugas memperbaiki kesalahan-kesalahan faktual. Lalu, menghindari kontradiksi dan mengedit berita untuk diperbaiki.

Berikutnya, memperbaiki kesalahan ejaan (tanda baca, tatabahasa, angka, nama, dan alamat). Dan menyesuaikan gaya bahasa dengan gaya surat kabar bersangkutan. Mengetatkan tulisan. Artinya, meringkas beberapa kalimat menjadi satu atau dua kalimat yang memiliki kejelasan makna serupa.

Sementara, soal waktu mengedit, menurutnya tergantung dari naskah yang akan diedit. Jika naskah (berita) nya bagus dan enak dibaca, maka editing hanya perlu waktu beberapa menit. "Kalau pas dilihat, beritanya sudah mendekati sempurna, ya sudah cukup satu menit. Tapi, ada juga yang sampai satu jam. Karena beritanya masih memerlukan perbaikan," tegasnya.

Mendekati pukul 13.00 WIB, materi mulai diakhiri. Namun, pemateri memberikan motivasi, jika lulusan pesantren adalah lulusan yang hebat. Mereka dibekali keilmuan. Baik agama maupun umum. Dan yang terpenting, kehebatan seseorang bisa diaktualisasikan dengan bentuk tulisan.

"Masa-masa kejayaan Islam dulu dipenuhi para tokoh. Dan mereka banyak menghasilkan buah pemikiran hebatnya, karena rajin menulis. Maka di kemudian hari jadilah kalian para santri dan santriwati yang hebat pula," harap Zahidin yang kemudian disambut tepuk tangan.

Hari ini program Jurnalistik Goes to Pesantren di MA Persis Bangil dipungkasi dengan materi ilmu fotografi. (jawapos.com)

Thursday, September 23, 2010

KELUARGA INGIN BERTEMU DENGAN NIBRAS

Keluarga Ingin Bertemu Nibras

TEMPO Interaktif, PASURUAN - Keluarga tersangka terorisme Nibras Hud, ingin bertemu dan bertatap muka langsung dengan Nibras. Mereka tidak pernah bertemu sejak kepergian Nibras sembilan bulan lalu. "Saya ingin bertemu, termasuk kakak dan adiknya," kata paman Nibras, Syadid Abdullah Musa yang juga pengurus Pesantren Persatuan Islam Bangil, Kamis (23/9).